Selasa, 16 Oktober 2012

Komisi I DPR: Pesawat Hawk 200 Sudah Uzur


Jakarta, GATRAnews - Ketua Komisi I DPR RI, Mahfuz Sidik menilai, jatuhnya pesawat Hawk 200 TNI AU bernomor 0212, sekitar 3-4 kilo meter arah Selatan Bandar Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru Riau, Selasa, (16/10), saat melakukan latihan karena jenis pesawat tersebut sudah uzur. "Pesawat Hawk memang sudah usia lanjut dan dalam proses perbaikan pada sebagian besar pesawatnya, khususnya seri 100," kata Mahfud di Jakarta, Selasa, (16/10). 

Menurutnya, jatuhnya pesawat tersebut merupakan pukulan bagi TNI yang selama beberapa tahun terakhir alami kecelakaan pada alutsista-nya. Selain itu,  kejadian tersebut merupakan sinyal mendesaknya modernisasi alutsista TNI. "Saat ini, masih ada sekitar 30 triliun dari dana On-Top Alutsista TNI yang perlu segera dialokasikan pemerintah pada APBN Perubahan 2013, agar terjadi akselerasi modernisasi alutsista," ujarnya.

Ditegaskan, langkah tersebut perlu segera dilakukan pemerintah. Pasalnya, sejak reformasi 1998, nyaris tidak ada pengadaan alutsista baru sampai tahun 2010 akhir. Menurutnya, ketiga matra, yakni TNI AD, AL, dan AU sudah sangat memprihatinkan kondisi alutsistanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat nahas yang dipiloti Letda Pnb Reza Yori Prasetyo terjatuh di sekitar permukiman warga RT 03, RW 03, Dusun 03, Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Selasa, pukul 09.47 WIB, saat melakukan latihan rutin. "Jatuh pada saat pelaksaanaan latihan rutin, pesawat jatuh dikawasan terbuka, pukul 09.46 WIB," kata Kapuspen TNI,  Marsekal Pertama Asman Yunus.

Dikatakan Asman, akibat jatuhnya pesawat bernomor 0212 itu tidak menimbulkan korban jiwa, baik awak pesawat dan penduduk. "Tidak ada korban jiwa yang di bawah dan pilot. Pilot Reza Yori Prasetyo pake kursi lontar, pesawat singel fighter," ucapnya. Untuk mengungkap indisen tersebut, imbuh dia, saat ini tim investigasi dari TNI AU tengah menuju ke lokasi kejadian. Ia menambahkan, kemungkinan pesawat buatan Inggris tahun 1996 itu terbakar.

"Untuk menyelidiki insiden ini tim investigasi lagi menuju lokasi kejadian. Karena lokasi jatuhnya pesawat berjarak sekitar 3 sampai 4 Km sebelah selatan lanud Roesmin Nurjadin, Pekan Baru, Riau," pungkasnya. (IS)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar